Naluri
Cerita sebuah kehidupan yang tidak pernah terhenti
Tuesday, December 14, 2010
Monday, November 8, 2010
NALURI
NALURI...
Datangmu mengimbau rindu..
Mengamit nostalgia...
Melakar kelukaan...
NALURI...
Di Sini kuliah kehidupan..
Langkah pertama...
Tiada noktah...
NALURI..
Di dada lukamu...
Kucoret hatiku...
Tersimpan debar kehidupan..
Tanpa henti...
Datangmu mengimbau rindu..
Mengamit nostalgia...
Melakar kelukaan...
NALURI...
Di Sini kuliah kehidupan..
Langkah pertama...
Tiada noktah...
NALURI..
Di dada lukamu...
Kucoret hatiku...
Tersimpan debar kehidupan..
Tanpa henti...
Saturday, November 6, 2010
KESETIAAN
Kesetiaan...
adalah bahan tawa seorang romeo
menukar cintanya bagai kain-baju
ditawar di kaki lima...
Kesetiaan....
adalah kekejaman seorang maznun
menabur cintanya di kaki masa
pada titisan airmata seorang laila
alangkah dungunya seorang juliet
yang sanggup bertanya tentang madu cintanya
yang entah ke berapa ?
Hasil Pena
Say Lara_UPMKB
1 Januari 1990
adalah bahan tawa seorang romeo
menukar cintanya bagai kain-baju
ditawar di kaki lima...
Kesetiaan....
adalah kekejaman seorang maznun
menabur cintanya di kaki masa
pada titisan airmata seorang laila
alangkah dungunya seorang juliet
yang sanggup bertanya tentang madu cintanya
yang entah ke berapa ?
Hasil Pena
Say Lara_UPMKB
1 Januari 1990
KEKASIH
Kekasih...
di sini aku terlantar kelukaan..
menghalau kemelut rasa..
dalam titipan rindu padamu
Kekasih...
wajah sucimu tanpa dosa
tercalar catatan veto "orang tua"..
kerana perantau ini tanpa nama
mengikis arus dalam perjalanan tanpa arah..
Kekasih..
kita berantakan antara serpihan permata..
antara helaian biru-merah sang ringgit...
Kekasih....
ingin kutatap lagi...
sinar mata puteri nazar...
yang suatu waktunya
bersemayam di persada hati ini
Hasil Pena
Shay'JPS-Kuching
2 Disember 1995
Tuesday, November 2, 2010
ANAK KENYALANG
Anak Kenyalang...
usah ditangisi pepasir ini
yang merah dilumuri pergolakan
kerana tulangmu masih rapuh
pada pengertian keadilan...
Anak Kenyalang...
usah dibunuh perasaan ini
yang kian biru dilanda penyesalan
kerana sayapmu masih perit
lantaran kelukaan
Anak Kenyalang...
mengapa diusapi anak patungmu
hari ini kau harus bangun
bukan menapak di kaki waktu
bersama sejambak mimpi
nan unggu.....
Hasil Nukilan Pena
Say Lara
9 April 1987
usah ditangisi pepasir ini
yang merah dilumuri pergolakan
kerana tulangmu masih rapuh
pada pengertian keadilan...
Anak Kenyalang...
usah dibunuh perasaan ini
yang kian biru dilanda penyesalan
kerana sayapmu masih perit
lantaran kelukaan
Anak Kenyalang...
mengapa diusapi anak patungmu
hari ini kau harus bangun
bukan menapak di kaki waktu
bersama sejambak mimpi
nan unggu.....
Hasil Nukilan Pena
Say Lara
9 April 1987
LANGKAHKU
Kulangkah 1, 2, 3 .....
Kulangkah lagi,
Menapak dari ruang kosong
Lantas jatuh di langkah ke 4
Pastikah langkah ini dengan janjinya
Membawaku sepasang sepatu emas
dan di mana segalanya.....
Kulangkah lagi,
Pada kebangkitan ini,
Walau tanpa sepatu,
Walau tanpa secarik pengertian
Rupanya kuulang lagi kejatuhan tadi
mengapa mesti jatuh lagi
pada langkah terakhir ini...
Langkahku yang pertama dan terakhir...
adalah sepasang kekasih...
pada dinihari diuliti kesangsaraan
kerana kelmarin mereka terpaku
di ruang masa...
Pada langkahku yang kian layu...
Langkahku adalah hatiku...
Say-Lara
9 April 1987
NAMAKU PULAU
NAMAKU PULAU....
sang nelayan kekasihku...
anak-anakku berlalu....
sepi....
NAMAKU PULAU
warga emas buah hatiku...
aku semakin dilupakan...
terbiar....
NAMAKU PULAU
perut bumiku....
dicerobohi...dikejami...
tercela...
NAMAKU PULAU
telah dilupakan...
telah diabaikan...
tersasar dari pembangunan...
sang nelayan kekasihku...
anak-anakku berlalu....
sepi....
NAMAKU PULAU
warga emas buah hatiku...
aku semakin dilupakan...
terbiar....
NAMAKU PULAU
perut bumiku....
dicerobohi...dikejami...
tercela...
NAMAKU PULAU
telah dilupakan...
telah diabaikan...
tersasar dari pembangunan...
Subscribe to:
Comments (Atom)





